Cari Kerja = Cari Jodoh
Cari Kerja = Cari Jodoh | TopKarir.com

Mencari kerja bisa diibaratkan dengan mencari jodoh. Keduanya membutuhkan perjuangan dengan berbagai macam masalah dan kegagalan yang harus kamu hadapi untuk mendapatkan yang terbaik.

Seperti halnya mencari jodoh, mencari pekerjaan juga memiliki sebuah keinginan yang sama yaitu mendapatkan yang terbaik. Bagi pencari kerja, mereka berharap mendapatkan tempat kerja terbaik bagi dirinya. Di sisi lain, perekrut mencari kandidat terbaik untuk mengisi suatu posisi di perusahaan.

Agar perekrut tertarik dengan kamu, berikut berapa hal yang harus diperhatikan seperti kami kutip dari laman Recruitingblogs:

 

1.  Siap menjalani hubungan

Jangan menunggu hingga kamu membutuhkan pekerjaan untuk menunjukkan kamu adalah seorang high performer. Menurut Eric Foutch, Digital Media Manager, Red Branch Media, perekrut sering kali menjelajahi website LinkedIn untuk mencari kandidat yang memiliki performa tinggi.

Salah satu cara untuk menjadi kandidat tersebut adalah terhubung dengan orang-orang di industri yang sama, menunjukan pengetahuan dengan berbagi informasi yang relevan serta merangsang pemikiran melalui percakapan.

 

2.  Lugas dalam berbicara

“Saya takjub dengan semua saran berupa ‘trik dan tips’ yang diberikan kepada para pencari kerja, walaupun sebenarnya hanya sebuah komunikasi jujur yang diperlukan,” terang Tom Bolt CEO, Leute Management Services.

Intinya jika diberikan sebuah pertanyaan, berikan jawaban yang tidak berbelit-belit. “Saya tidak bisa mereferensikan Anda jika saya tidak memercayai Anda,” terang Tom.

 

3. Tunjukkan kapabilitas Anda

Menurut Ed Nathanson, Senior Director of Global Talent Acquisition, Rapid7, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni:

Bacalah secara seksama deskripsi pekerjaan yang kamu lamar dan sampaikan alasan-alasan mengapa kamu dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya melalui komunikasi antara kamu dengan perekrut tetapi juga sampaikan dalam CV.

Pelajari terlebih dahulu perusahaan yang Anda lamar – jelaskan mengapa kamu tertarik dan apa yang menjadi motivasi kamu dalam melamar. Selain itu pelajari juga bisnis yang dijalankan perusahaan dan bagaimana kamu dapat mendukung usaha tersebut.

Tunjukkan semangat kamu dan buatlah sebuah usaha yang menunjukkan bahwa perkerjaan tersebut bukan hanya sebuah pekerjaan melainkan sebuah pilihan karir yang diinginkan.

 

4.  Ceritakanlah kisah kamu

Menurut John Turnberg, Senior Technical Recruiter Apple, sebagai seorang pencari kerja bayangkan historis pekerjaan kamu layaknya sebuah buku. Seperti sinopsis yang terdapat di bagian belakang sampul buku, surat lamaran, pesan email kamu haruslah menarik agar pembaca tertarik untuk mengetahui isinya lebih lanjut.

 

 5. Tindaklanjuti

“Perekrut menyaring begitu banyak lamaran setiap harinya, tetapi hal yang membuat saya takjub adalah beberapa kandidat sampai menelepon untuk menindaklanjuti dan ‘menjual’ diri mereka kepada saya,” kata Matthew Harvey, Recruitment dan Talent Director, Harvey Alexander.

 “Tindaklanjuti lamaran kerja kamu beberapa hari kemudian dengan menelepon di waktu yang tepat. Kamu mungkin akan terkejut dengan responnya,” saran Matthew.

 

6. Jangan terlihat seperti putus Asa

“Tunjukanlah bahwa Anda mengetahui perbedaan antara menindaklanjuti secara bertanggung jawab dengan menguntit,” kata Crystal Miller, Digital Strategist untuk HR dan recruitment teams, AT&T. “Ya, saya ingin mendengar langsung dari Anda, tetapi tidak setiap hari.”

 

7. Percaya diri

Semua koneksi yang kamu miliki dengan perusahaan haruslah membuktikan bahwa perusahaan mempunyai alasan untuk merekrut kamu.

 

Jadi Sobat TopKarir, tetapkan motivasi, sehingga kamu dapat bekerja dengan senang hati agar impian Anda dapat terwujud.

 

Source: http://www.marketing.co.id/seperti-mencari-jodoh-pencari-kerja-dan-perekrut-ingin-yang-terbaik/